Mereka Yang Diminta Masukan Tim Pengkaji UU ITE
Berita

Mereka Yang Diminta Masukan Tim Pengkaji UU ITE

Filmelpasado – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md membentuk dua tim khusus untuk menindaklanjuti pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tim mulai bekerja pada Senin 22 Februari 2021. Tim pertama bertugas membuat interpretasi yang lebih teknis dan memuat kriteria pelaksanaan dari pasal-pasal yang selama ini dianggap pasal karet. Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate, akan bertanggung jawab atas diskusi dalam tim. Sementara itu, tim kedua bertugas membahas rencana revisi UU ITE. Secara khusus, diskusikan artikel yang dianggap karet dan diskriminatif. Tim mulai bekerja. Menurut Sugeng Purnomo, Ketua Tim Peninjau Hukum ITE, pihaknya terlibat dalam pelaporan dan kejahatan ITE.

Selain itu, kata Sugeng, pihaknya juga melibatkan kelompok pers, aktivis, masyarakat sipil, praktisi pada pertemuan kedua terkait pembahasan UU ITE. Sumber yang kami sepakati akan mengutamakan kelompok terlapor atau pelapor. Kami ingin mendengar apa yang mereka rasakan dan alami dari proses yang mereka lalui. Yang kedua adalah kelompok aktivis atau masyarakat sipil dan praktisi. Ini tentang implementasi. Kata Sugeng dalam keterangannya, Kamis 25 Februari 2021. Beberapa nara sumber juga mulai menawarkan. Tim yang tergabung juga akan mempresentasikan pihak yang melapor (pelapor). Di antara yang terdaftar adalah Baiq Nuril, Saiful Mahdi, Dandhy Dwi Laksono dan Ahmad Dhani Prasetyo. Ada juga Bintang Emon, Singky Soewadi, dan Diananta Putra Sumedi.

Berikut ini adalah mereka yang diminta oleh Tim Review ITE untuk didampingi sebagai nara sumber.

Pelapor dan terlapor

Ketua Tim Pengkajian Hukum ITE yang dibentuk pemerintah, Sugeng Purnomo mengatakan, pihaknya melibatkan pelapor dan pelapor terkait tindak pidana ITE. Hal tersebut ia sampaikan usai menggelar rapat kedua pada Rabu, 24 Februari 2021 di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Selain itu, pihaknya juga melibatkan kelompok pers, aktivis, masyarakat sipil, praktisi pada pertemuan kedua terkait pembahasan UU ITE. Nantinya, tim kajian juga akan mendengarkan masukan dari DPR dan parpol, serta akademisi, pengamat, dan kementerian atau lembaga lainnya. Sumber yang kami sepakati akan mengutamakan kelompok terlapor atau pelapor. Kami ingin mendengar apa yang mereka rasakan dan alami dari proses yang mereka lalui. Yang kedua adalah kelompok aktivis atau masyarakat sipil dan praktisi. Ini tentang implementasi. Kata Sugeng dalam keterangannya, Kamis 25 Februari 2021.

Ia juga menjelaskan bahwa Tim Pengkajian Hukum ITE terbagi dua. Bagian pertama membahas implementasi dan yang kedua membahas pasal-pasal yang dianggap karet dan multitafsir. Sehingga harus ditinjau ulang nanti atau tidak.

“Sekali lagi, sub tim kedua akan menyelidiki apakah revisi itu perlu atau tidak. Jadi kami tidak berbicara tentang revisi atau revisi, tapi kami akan menyimpang dari studi dan baru kami akan merekomendasikan apakah revisi itu perlu atau tidak. “Ini untuk menegaskan tidak adanya multitafsir. Implementasi UU ITE,” kata Sugeng. Ia mengatakan, masyarakat yang tidak berkesempatan diundang untuk memberikan masukan kepada tim nantinya memiliki ruang untuk menyampaikan masukan melalui email dan WhatsApp atau SMS yang dapat dihubungi.

“Itu bisa membantu kami. Masyarakat bisa tahu bagaimana perasaan mereka tentang penerapan UU ITE,” kata Sugeng kepada https://www.sukabuminewsupdate.com/

Ade Armando hingga Ahmad Dhani

Tim penilai ITE diharapkan mulai meminta masukan dari berbagai sumber. Rencananya, tim tersebut mempertemukan sejumlah orang yang sudah terlapor, atau pihak yang sudah terlapor terkait UU ITE. Tak hanya itu, tim yang dibentuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu juga akan menghadirkan pihak yang melapor (pelapor). Di antara yang terdaftar adalah Baiq Nuril, Saiful Mahdi, Dandhy Dwi Laksono dan Ahmad Dhani Prasetyo. Latar belakang mereka mulai dari tokoh masyarakat, dosen, hingga jurnalis. “Hari ini, sesuai jadwal yang telah disepakati tim, kami akan mengundang beberapa narasumber dari berbagai latar belakang. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pengalaman sebagai Terlapor dan Reporter dalam hal-hal terkait dengan ITE EU,” kata Sugeng. pernyataan tertulis, Senin, 1 Maret 2021. Menurut Sugeng, pertemuan pertama dengan pemateri dilakukan secara virtual dan terbagi dalam dua sesi pertemuan. Di sesi pertama, ia menjelaskan akan berbincang dengan Dandhy Dwi Laksono dan beberapa staf lainnya.